Selasa, 11 Juni 2013

Alternatif Sumber Karbohidrat Selain Nasi

Halo~

Sudah lepas seminggu setelah Dila terakhir kali "ngepost".
Apa kabar?
Dila dalam kondisi yang tidak begitu bagus =____="
Bulan ini sukses bikin Dila jadi super produktif. Oleh tugas kuliah dan ujian akhir semester (terutama tugas takehome). Tapi ya jalani ajalah... sejauh ini belum ada yang lebih menyenangkan selain hidup santai mahasiswa perantauan.

Langsung aja ya... mengenai menu makan sehari-hari nih. Alternatif sumber karbohidrat selain nasi yang biasa Dila makan, nasi Jagung. Ini bukan nasi jagung yang dibuat secara dadakan ya~
Bentuknya mirip seperti beras, cara masaknya juga, jadi praktis. Keuntungan makan nasi jagung ini adalah jumlah kalorinya yang kecil, hanya 1/3 dari nasi (beras). Kalau nasi biasa mengandung 178Kkal per 100gr nya, nasi jagung hanya mengandung 50Kkal per 100gr. Selain itu, kandungan gula nya juga sangat rendah, jadi bagus untuk penderita diabetes.

Beras jagung (nasi jagung yang masih mentah maksudnya~). Seperti beras biasa, tapi bulirnya pendek-pendek
Soal rasa, jangan khawatir, enak kok. Ga beda jauh dengan nasi yang biasa. Beras jagung ini dapat dibeli di supermarket (kalau di Jogja, ada di Mirota) dengan kemasan 1kg. Harganya agak lebih mahal dari beras biasa memang, kira-kira hampir 2 kali lipatnya. Tapi worthed lah.

Perlu diingat, kalau sumber karbohidrat itu asalnya nggak cuma dari beras, jagung atau umbi-umbian aja. Di dalam makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari, sebenarnya juga ada karbohidratnya, walaupun sedikit. Misalnya dalam buah pisang, sereal, susu.
Perlu diperhatikan juga, kalau Dila nggak mengkonsumsi nasi jagung setiap hari (faktor males), tapi kalau lagi pengin makan nasi aja, Dila akan masak nasi jagung (dengan lauk seadanya). Selain mengganti nasi dengan nasi jagung, Dila kadang-kadang juga menggantinya dengan ubi atau singkong yang direbus. Ubi atau singkong rebusnya biasa Dila makan begitu saja, tapi kadang-kadang juga Dila olesi dengan madu. Enak lho, lumayan. Tapi ini cuma alternatif loh ya.... Dila masih mau kok makan nasi yang biasa. I'm an Indonesian after all.


Demikian,
Salam langsing


DILA~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar